Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara memperkuat koordinasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perwakilan pekerja dalam upaya mencegah serta menangani Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melalui Rapat Koordinasi Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Dr. Illyan Chandra Simbolon, S.STP, M. SP di Hotel Grand Central Selasa (18/8/2026), menjadi wadah komunikasi, konsultasi, dan musyawarah untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan, khususnya potensi PHK.

IC Simbolon menyampaikan bahwa dinamika ekonomi global dan nasional saat ini menuntut seluruh pihak untuk lebih waspada terhadap ancaman gelombang PHK.

Menurutnya, sektor ketenagakerjaan merupakan salah satu penopang penting stabilitas ekonomi daerah sehingga harus dijaga bersama melalui langkah antisipatif dan dialog yang konstruktif.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari dunia usaha dan perwakilan pekerja/buruh,” demikian penekanan dalam sambutan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara pada kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, keberadaan LKS Tripartit memiliki peran strategis sebagai wadah untuk membangun komunikasi dan mencari titik temu atas berbagai persoalan hubungan industrial. Karena itu, fungsi pencegahan harus lebih dioptimalkan, salah satunya melalui dialog bipartit yang intensif di tingkat perusahaan sebelum keputusan PHK diambil.

Apabila PHK tidak dapat dihindari, seluruh pihak diminta memastikan prosesnya dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemenuhan hak-hak pekerja juga harus dikawal secara ketat agar proses penyelesaian hubungan kerja tetap berjalan secara adil dan sesuai aturan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

“Mari jadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi yang menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan”, ucapnya.